http://www.transtiket.com/news-detail.html?id=Keumamah

Keumamah adalah makanan khas Aceh, makanan ini terdiri dari ikan tongkol yang sudah dicincang kemudian dikeringkan.

Ikan yang sudah dijemur ini kemudian disebut ikan kayu, dalam bahasa Aceh disebut eungkot keumamah, yang berarti ikan tongkol yang diiris kecil-kecil seukuran dua jari sebelum dijemur.

Pengeringan secara alami ini bsa memakan waktu seminggu atau lebih untuk memperoleh hasil ikan yang kaku dan kenyal. Agar lebih tahan lama keumamah dilumuru tapioka atau digoreng.

Keumamah adalah makanan khas Aceh yang bisa dimakan begitu saja. Namun, agar lebih nikmat, sebaiknya ia dimasak atau digoreng terlebih dahulu untuk kemudian dijadikan teman makan nasi.

Keumamah sendiri terbagi dalam dua pola masak. Kedua pola tersebut adalah keumamah tumeh (tumis) dan keumamah leumak (lemak). Keduanya tidak saja menghasilkan perbedaan rasa, tetapi juga perbedaan tingkat ketahanan atau keawetan.

Bumbu keumamah tumis cukup sederhana, bahan dasar yang dipergunakan hanya minyak goreng, bawang merah, cabai hijau dan sedikit cengkeh. 

Sedangkan rasa pedas dan asam manis dihasilkan dari bumbu yang merupakan hasil campuran garam, jeruk nipis, asam sunti, cabai rawit, serta kunyit.

Sejarah makanan ini juga terkait dengan daya tahan yang dimiliki keumamah. Karena mampu bertahan lama, kuliner ini menjadi logistik khusus pasukan Aceh saat berperang melawan Belanda enam abad silam. Keumamah menjadi pengganjal perut pejuang yang bergerilya dari satu lokasi ke lokasi lain.Di sini, keumamah lemak dicampur dengan telur bebek.

Setelah dicampur ke dalam kuah, agar tak pecah, telur bebek tidak lagi diaduk. Telur bebek hanya dicelup ke dalam kuah selama lima atau tujuh menit. Setelah itu, keumamah lemak pun siap disajikan.